Sabtu, 17 November 2012

AKtivitas Pasar ModaL


BURSA GLOBAL

FTSE catat penurunan sepekan terburuk sejak Mei

LONDON. Bursa Inggris mencatatkan pelemahan terburuk sepekan dalam enam bulan terakhir. Pelemahan ini akibat kekhawatiran investor tentang prospek pertumbuhan ekonomi global.

Pada penutupan transaksi akhir pekan (16/11), indeks FTSE lungsur 1,3% ke level 5.605,59. Bila dihitung dalam sepekan, bursa London ini telah melorot 2,8%. Ini merupakan angka penurunan terbesar sejak Mei lalu.

Analis menjelaskan, penurunan ini terjadi karena kekhawatiran pembicaraan masalah defisit anggaran di Amerika Serikat. Investor meragukan, pertarungan politik dalam negeri Amerika Serikat tentang fiscal cliff. Asal tahu saja, Amerika Serikat merupakan pasar ekspor utama Inggris.



Data produksi industri Amerika yang dirilis Jumat lalu juga mengejutkan. Produksi Amerika Serikat pada Oktober lalu secara tak terduga menurun yang artinya menunjukkan perekonomian negeri tersebut belum sepenuhnya pulih.

Investor juga khawatir dengan perekonomian Eropa yang memasuki jurang resesi. Investor memproyeksikan perusahaan akan memangkas keuntungan dan target kinerja pada beberapa bulan mendatang.  "Ada risiko penurunan proyeksi tahunan...sehingga saya ingin mengingatkan kembali beban di saham," kata Analis Shore Capital, Gerard Lane.

Catatan saja, berdasarkan data Thomson Reuters, kinerja sekitar 39% perusahaan Inggris meleset dari target. Bandingkan dengan kinerja perusahaan Amerika Serikat. Hanya 30% yang meleset dari target.

Secara teknikal, penurunan indeks FTSE telah berada di level support September sebesar 5.634.88. Kali ini, indeks FTSE akan menguji level support di 5.498.


EKONOMI

Kata dua ekonom top, AS menuju tubrukan finansial

SANTA MONICA. Dua ekonom terkenal Amerika Serikat pesimis terhadap masa depan ekonomi negara adidaya tersebut. Mereka tak yakin para politisi di Washington mampu sepakat mengatasi tumpukan utang negeri tersebut.

Bukan hanya itu. Mantan Kepala Federal Deposit Insurance Corporation Sheila Bair dan ekonom Yale University Stephen Roach menyatakan, The Federal Reserve juga menciptakan, bencana gelembung finansial lewat kebijakan stimulus yang diberinama quantitative easing.

Bair, yang mundur sebagai ketua FDCI pada Juli 2011 lalu, mengatakan, kebijakan The Fed yang memompakan uang dengan kebijakan bunga rendah sepanjang sejarah telah menciptakakan "induk gelembung surat utang."

Dia yakin, Amerika Serikat sedang menuju tubrukan keuangan seperti ketika pasar properti kolaps enam tahun lalu. Menurutnya, penyebabnya karena investor mencari imbal hasil yang tinggi dan berisiko. 
Sementara Roach menyebutkan kebijakan The Fed ini sebagai bom waktu yang terus berdetak.

Asal tahu saja, defisit anggaran Amerika Serikat telah melampaui US$ 1 triliun dalam beberapa tahun terakhir. Sementara utang nasional telah mencapai lebih US$ 16 triliun.

Bair dan Roach mengaku percaya anggota Konggres akan mencapai titik temu pembahasan fiscal cliff dengan pemerintahan Obama. Namun, keduanya tidak yakin Washington bisa mereformasi fundamental ekonomi untuk mengatasi krisi utang Amerika Serikat dalam jangka panjang.  "Saya tidak optimis kita akan mendapatkan kesepakatan yang benar-benar mengatasi problem jangka panjang," kata Roach
.
PT Rajawali

PT Rajawali Citramass menggelar acara taryakuran  atas  peningkatkan kapasitas produksi dari 36 juta menjadi 42 juta lembar per tahun.  Acara ini digelar di pelataran halaman PT Rajawali Citramass Mojokerto awal Oktober  2012. 
Direktur Utama PT RNI, Ismed Hasan Putro menyatakan kebanggaannya terhadap kinerja yang telah dicapai oleh Citramass. Tasyakuran yang diselenggarakan ini merupakan bagian dari proses perjalanan panjang Citramass.  “Harus saya katakan merupakan bagian dari anak perusahaan RNI yang kinerjanya cukup baik.”
Ditegaskan pula bahwa kinerja Citramass tersebut merupakan kinerja dari keseluruhan Sumber Daya Manusia di perusahaan, bukan semata-mata dari seorang direktur atau staf di bagian tertentu saja. Pencapaian ini adalah bagian dari sinergi perusahaan, kekuatan bersama dari seluruh stakeholder yang ada. Semua terlibat didalam proses untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas Citramass. 
Direktur PT Rajawali Citramass, Sonny Noermachsyah menyatakan tasyakuran ini merupakan kelanjutan yang dari tasyakuran yang diselenggarakan pada bulan lalu, dimana Citramass telah peningkatan kapasitas produksi dari 24 juta ke 36 juta lembar per tahun. Ini berarti Citramass telah meningkatkan kapasitas produksi dari 36 juta menjadi 42 juta hanya dalam kurun waktu sebulan saja. 
Bahkan Citramass telah menargetkan dirinya untuk  mencapai kapasitas  produksi 100 juta lembar per tahun pada tahun 2013. Target ini sekaligus merupakan bukti kebanggaan bagi Rajawali Citramass yang telah diberi kepercayaan oleh pemegang saham untuk meningkatkan kapasitas sampai 100 juta lembar per tahun. “Insya Allah kita mohon doa restu di tahun 2013 kapasitas kita bisa mencapai 100 juta lembar per tahun. Peningkatan kapasitas ini harus dilakukan secepatnya mengingat saat ini Citramass merupakan pabrik karung yang sangat efisien sehingga mempunyai HPP yang sangat bersaing dibanding dengan pabrik karung swasta yang lain, hal ini dapat dilihat dari jumlah order yang masuk lebih besar dari kapasitas terpasang.



AKSI KORPORASI ERAA

ERAA membeli 15 juta saham Erafone

JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) melakukan pembelian saham baru anak usahanya, PT Erafone Artha Retailindo. Dalam Keterbukaan Informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), ERAA membeli 15 juta saham Erafone dengan nilai transaksi Rp 15 miliar. 

Menurut manajemen ERAA, dana yang diperoleh dari transaksi tersebut akan digunakan untuk peningkatan modal, di antaranya untuk perluasan dan pengembangan jaringan. 

Sekadar informasi, Erafone merupakan anak usaha ERAA dengan kepemilikan saham 99%. 


EKSPANSI ERAA

ERAA akuisisi 99,999% saham Azec

JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mengakuisisi 99,999% saham PT Azec Indonesia Management Services. Berdasarkan Keterbukaan Informasi di Bursa Efek Indonesia, sekitar 99,999% atau 229.998  saham dibeli dari Kingstown Universal Ltd dengan nilai Rp 26,600 miliar. 

Sedangkan 1 saham lainnya atau 0,000435% dibeli oleh Levy Christianto Handjojo yang merupakan direktur Azec dari Henry Eddy Putra Sutjipto dengan nilai transaksi Rp 115,653. 

Menurut Syaiful Hayat, Corporate Secretary ERAA, akuisisi Azec bertujuan untuk meningkatkan efisiensi biaya atas dukungan teknologi informasi yang dibutuhkan perusahaan.


Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM)
Bursa Efek Jakarta (BEJ) memang sudah beroperasi cukup lama. Namun, hingga saat ini, jumlah investor lokal yang berinvestasi di bursa saham ini masih sangat minim, paling hanya ratusan ribu. Bandingkan dengan penduduk Indonesia yang mencapai dua ratus juga lebih. Maklum saja, masih sedikit masyarakat yang paham seluk-beluk investasi di saham. Karenanya, BEJ makin gencar menggelar program sosialisasi.
SALAH satu cara BEJ untuk memberikan edukasi kepada investor adalah dengan mendirikan Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM). Ini adalah semacam "kantor perwakilan BEJ" yang berada di berbagai daerah. Awalnya, BEJ mendirikan PIPM ini untuk membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan sekuritas agar membuka cabang di daerah-daerah yang potensial.
Kini, PIPM juga ada di kota-kota yang telah terdapat cabang-cabang perusahaan sekuritas. Tentu saja, fungsi PIPM di kota-kota ini kemudian berubah menjadi sarana untuk mengembangkan pasar modal di sekitar daerah tersebut. Tujuan utamanya adalah meningkatkan jumlah pemodal dan perusahaan yang bersedia melantai di BEJ.
Namun, kantor PIPM di suatu daerah itu sifatnya tidak permanen. Ia bisa berpindah-pindah. Jika perkembangan pasar modal di daerah tersebut sudah baik, Bursa Efek Jakarta akan memindahkan PIPM tersebut ke daerah-daerah potensial yang baru. PIPM yang pernah dipindah adalah PIPM Denpasar, PIPM Medan, dan PIPM Semarang.
Saat ini, Bursa Efek Jakarta memiliki 7 PIPM yang tersebar di Balikpapan, Makassar, Malang, Manado, Palembang, Pekalongan, dan Pekanbaru. Nah, jika Anda berminat berinvestasi di bursa saham tapi merasa masih buta, Anda bisa mendatangi kantor-kantor PIPM tersebut. Di sana tersedia petugas-petugas BEJ yang akan menerangkan semua seluk-beluk investasi di bursa saham.



KERJASAMA PERBANKAN

BNI gandeng bank Jepang beraset Rp 550 triliun


JAKARTA. Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) kembali menggalang kerjasama dengan regional bank asal Jepang. Kali ini perusahaan pelat merah itu menjalin kerjasama dengan The Iyo Bank, regional bank terbesar di daerah Shikoku, Jepang yang memiliki aset sekitar Rp 550 triliun.
Dalam keterangan pers yang diberikan, Pemimpin Cabang BNI Tokyo Gatoet Gembiro Noegroho mengungkapkan, kerjasama resmi diteken pihaknya dengan Mr. Kazutomi Hirai, General Manager, Divisi International & Overseas Business Support dari The Iyo Bank di Ehime, awal pekan ini.
Kerjasama tersebut merupakan rangkaian dari inisiatif bisnis BNI untuk memperluas jaringan yang mendukung bisnis perbankan dan transaksi internasional lainnya. “Hal ini sejalan dengan komitmen BNI, sebagai bank nasional di Indonesia yang memiliki jaringan internasional yang paling luas untuk bridging the world and Indonesia. Sehingga dengan demikian, dapat meningkatkan pelayanan BNI untuk memenuhi kebutuhan nasabahdari bank-bank yang menjadi mitra kami,” kata Gatoet.
 The Iyo Bank adalah regional bank yang berdiri sejak 1878, memiliki 150 cabang serta 11 anak perusahaan yang berada di 13 provinsi di Jepang. Saat ini terdapat 63 nasabah perusahaan yang telah beroperasi di Indonesia. 
Sebagai catatan, BNI telah melakukan  perjanjian kerjasama dengan 39 Bank Regional dan satu Shinkin Bank (Bank Koperasi) yang masing-masing memiliki nasabah yang sangat tertarik berinvestasi ke Indonesia. Nilai investasi rata-rata nasabah bank asal Jepang yang berskala UKM adalah sekitar Rp 120 miliar per perusahaan.
Saat ini, ada lebih dari 1.000 perusahaan Jepang di Indonesia yang mempekerjakan sekitar 300.000 orang.  Bank-bank regional asal Jepang yang telah bekerja sama dengan BNI antara lain Hyakugo Bank, Hokuto Bank, Shonai Bank, Chugoku Bank, Gunma Bank, Juroku Bank, Hiroshima Bank, Hokuriku Bank, Kagoshima Bank, Kyoto Bank, Aichi Bank, dan Joyo Bank.
Perbankan BUMN ini memang terkenal getol memberikan layanan produk maupun nonproduk perbankan pada bank-bank asal Jepang yang membawa nasabah korporasi mereka ke Indonesia. Layanan tersebut antara lain membawa perusahaan kecil dan menengah asal Jepang yang juga nasabah dari Bank asal Jepang ke kawasan industri di Indonesia, seperti ke kawasan industri Karawang, Jawa Barat, yang sempat dilakukan pada Oktober lalu.


AKSI KORPORASI

Dairy Farm akan jual saham HERO

JAKARTA. Dairy Farm, melalui anak usahanya Mulgrave Corporation BV, akan melepas sebagian sahamnya di PT Hero Supermarket Tbk (HERO).

Merujuk berita Reuters, jumlah saham yang akan dilepas mencapai 444,1 juta saham. Jumlah tersebut setara dengan 13,4% kepemilikan HERO. Mulgrave saat ini menguasai langsung 94,23% kepemilikan HERO.

Dairy Farm menawarkan harga Rp 2.950-Rp 3.300 per saham HERO. Harga penawaran ini lebih rendah 5,04%-15,1% dari harga penutupan HERO, Senin (12/11), yang sebesar Rp 3.475 per saham.

Dengan harga penawaran tersebut, Dairy Farm berpotensi meraih dana segar sekitar Rp 581,81 miliar - Rp 650,84 miliar.

Dairy Farm telah menunjuk Bahana Securities, CLSA, dan UBS untuk membantu penjualan saham tersebut.

Hingga pukul 2.25 WIB, harga saham HERO telah naik 6,47% dari harga hari sebelumnya ke posisi Rp 3,700 per saham. 


Dapat Kontrak Jangka Panjang, MICE Menuju Rp 700

Jakarta - Beredar kabar di pasar, konsorsium broker lokal akan mengerek saham PT Multi Indocitra Tbk (MICE) hingga menyentuh level Rp 700 dalam jangka pendek, dibandingkan kemarin Rp 415. 

"Pemicunya adalah keberhasilan perseroan mendapatkan kontrak jangka panjang dari berbagai supermarket dan minimarket di seluruh Indonesia," kata salah satu pelaku pasar, Kamis (4/10/2012).

Selain itu, kata dia, investor asing kabarnya sedang mengincar saham MICE, karena memiliki prospek menjanjikan.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 11.25 waktu JATS, saham MICE stagnan di posisi Rp 415 per lembar. Sebanyak 1.734 lot sahamnya ditransaksikan 93 kali senilai Rp 362,4 juta.


Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.

Pasca IPO, Manchester United Raup Laba Rp 291 Miliar

London - Emiten baru Wall Street sekaligus klub sepakbola terkenal, Manchester United, mengumumkan perolehan laba sebesar US$ 32,33 juta (Rp 291 miliar) di periode tiga bulan yang berakhir September. Pada periode yang sama tahun lalu, MU masih menderita rugi Rp 71 miliar.

Klub sepakbola asal Inggris itu berhasil meraup laba menyusul banyaknya sponsor baru serta kerjasama kredit dari perbankan. Selain itu, MU juga berhasil mengurangi jumlah utang-utangnya setelah melangsungkan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) pertengahan tahun ini.

"MU berhasil mencetak rekor kinerja triwulanan pertama didorong oleh pemasangan iklan, yang terus meraup pendapatan cukup tinggi melalui media baru dan mobile, penjualan merchandise juga dari berbagai sponsor," kata executive vice chairman MU Ed Woodward dalam keterangan tertulis yan dikutip AFP, Kamis (15/11/2012).

Pendapatan MU dari sponsor tercatat naik 32,4% di triwulan pertama tahun buku 2012/13 ini. Sementara pendapatan keseluruhan mencapai £ 76,3 juta.

Tahun ini, klub dengan julukan 'setan merah' itu berhasil mengamankan 10 kerjasama sponsor, termasuk produsen mobil asal AS General Motors (GM), Bank asal Spanyol Santander dan operator selular dari Azerbaijan Bakcell.

Klub sepakbola milik pebisnis Malcolm Glazer itu menyatakan utangnya sudah turun 17% menjadi £ 359,7 juta (Rp 5 triliun) pada periode yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar